Surodadi 11-06-’26. Pemuda pemudi Islam jangan pernah minder. Jangan merasa kecil hanya karena melihat kemajuan bangsa lain, teknologi yang canggih, atau orang-orang yang tampak lebih maju. Kita berasal dari umat yang pernah memimpin dunia. Umat Islam pernah menjadi pelopor ilmu pengetahuan, perdagangan, pendidikan, kedokteran, matematika, dan peradaban. Dari Andalusia sampai Baghdad, dari Madinah sampai Istanbul, dunia pernah belajar kepada kaum Muslimin.
Dahulu, para pemuda Islam tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga berani bermimpi besar. Mereka menjadi ulama, ilmuwan, pedagang, pemimpin, penemu, dan pejuang. Karena itu, kita juga tidak boleh merasa bahwa menjadi anak masjid berarti harus tertinggal. Justru anak-anak masjid harus menjadi orang-orang yang paling disiplin, paling jujur, paling cerdas, dan paling berani mengejar cita-cita.
Allah telah menjanjikan bahwa umat Islam akan mendapatkan pertolongan dan kemenangan, tetapi dengan syarat: beriman dan bertakwa.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi…”
(QS. An-Nur: 55)
“Janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman.”
(QS. Ali Imran: 139)
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
(QS. Muhammad: 7)
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan bukan sekadar soal jumlah, uang, atau kekuatan fisik. Kemenangan datang ketika umat Islam memiliki iman, ilmu, kerja keras, persatuan, dan akhlak yang baik.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)
Dan dalam hadis lain:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim)
Karena itu, pemuda pemudi Islam harus menjadi mukmin yang kuat: kuat iman, kuat ilmu, kuat mental, dan kuat semangat. Jangan hanya bangga dengan masa lalu, tetapi jadikan masa lalu sebagai bukti bahwa kita juga bisa bangkit lagi.
Sekarang pun sudah banyak pemuda pemudi Islam yang berhasil. Banyak anak-anak yang rajin ke masjid, aktif belajar, dan tetap berprestasi di sekolah maupun di masyarakat. Bahkan dari anak-anak dari anak cucu pendiri Masjid Mambaul Mutaqin juga sudah ada yang menunjukkan semangat itu, salah satunya Ahmad Zaki. Ia menjadi contoh bahwa anak masjid tidak harus minder. Anak masjid juga bisa pintar, berani, punya cita-cita tinggi, dan kelak bisa menjadi orang besar.
Mungkin hari ini kita masih sederhana. Mungkin kita belum punya banyak fasilitas. Tetapi sejarah membuktikan bahwa banyak tokoh besar Islam juga memulai dari tempat yang sederhana. Selama kita punya iman, kerja keras, disiplin, dan terus belajar, tidak ada alasan untuk menyerah.
Pemuda pemudi Islam, angkat kepalamu. Jangan minder. Kita pernah berjaya, dan dengan izin Allah, kita mampu merebut kejayaan itu kembali(ky.hbl)
dari lembah Jodrono

Tinggalkan Balasan