Ciri Orang Taqwa

Surodadi 12 Maret ’26. Kekayaan bukanlah tanda Allah memuliakan seseorang, begitu pula kemiskinan bukanlah cara Allah menghinakan seseorang (Surat al-Fajr 15-16), tetapi keduanya bisa mauk surga dengan ketawaannya. Lantas seperti apa takwa itu? Berikut ciri cirinya berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 177 yang sebagai berikut : 

۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَـٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ ١٧٧

“Kebajikan itu bukanlah mengahadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”.

Jalan masuk surga bagi orang kaya maupun miskin adalah melalui “kebajikan hakiki” (al-birr) yang mencakup keimanan yang teguh (kepada Allah, hari akhir, kitab, nabi), mendirikan shalat, menunaikan zakat, menepati janji, serta bersabar dalam kesempitan dan kesusahan. Kekayaan atau kemiskinan hanyalah ujian; kunci utamanya adalah ketakwaan dan amal saleh.

  • Jalan Orang Kaya (Infak & Zakat): Orang kaya masuk surga dengan cara memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan memerdekakan budak, serta menunaikan zakat.
  • Jalan Orang Miskin (Sabar & Iman): Orang miskin masuk surga melalui kesabaran yang tinggi dalam kemelaratan, penderitaan, dan kesusahan, disertai iman yang jujur.
  • Persamaan: Keduanya sama-sama diperintahkan mendirikan shalat, menepati janji, dan bertakwa agar menjadi orang yang benar (ash-shadiqin). 
  • Secara umum, ayat 177 menekankan bahwa kebaikan bukan sekadar ritual (menghadap kiblat), melainkan perpaduan iman, kesalehan sosial, dan kesabaran.